Teknik Fisika TelU Dorong Pertanian Kentang Berkelanjutan melalui Teknologi Rekomendasi Pemupukan Berbasis Web

Pangalengan, 26 Juni 2026 – Upaya menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus kelestarian lingkungan di kawasan dataran tinggi Pangalengan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Telkom University memperkenalkan teknologi tepat guna berupa sistem pengukuran kadar hara tanah dan rekomendasi pemupukan berbasis web kepada puluhan petani kentang di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat (26/6).

Kegiatan ini melibatkan puluhan petani kentang dan dilaksanakan bersama Komunitas Omeaneun, sebuah komunitas masyarakat yang selama ini aktif mengedukasi petani, pelaku usaha pertanian, pengelola wisata, serta berbagai pemangku kepentingan di Pangalengan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

Sebagai salah satu sentra produksi kentang nasional, Pangalengan menghadapi tantangan dalam menjaga produktivitas lahan tanpa mengorbankan fungsi ekologis kawasan pegunungan. Alih fungsi lahan serta penggunaan pupuk kimia yang tidak terukur berpotensi menurunkan kualitas tanah, meningkatkan residu kimia, dan mengganggu keseimbangan lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Dudi Darmawan, menjelaskan bahwa pertanian yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Kawasan Pangalengan memiliki ekosistem yang sangat penting. Keberadaan perkebunan teh dan tutupan vegetasi di wilayah ini berperan dalam menjaga daya serap air, mengurangi risiko kerusakan lahan, sekaligus mempertahankan keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata. Karena itu, produktivitas pertanian perlu ditingkatkan melalui inovasi teknologi, bukan melalui perluasan lahan yang berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Program Studi Smart Science and Technology memperkenalkan sebuah teknologi tepat guna berupa sensor portabel untuk mengukur kandungan unsur hara tanah yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis web. Teknologi tersebut mampu membantu petani mengetahui kondisi nutrisi tanah sebelum masa tanam sehingga rekomendasi jenis dan dosis pupuk dapat diberikan secara lebih tepat sesuai kondisi lahan.

Melalui sistem tersebut, proses pemupukan diharapkan menjadi lebih efisien karena tidak lagi dilakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun atau perkiraan semata, tetapi berdasarkan kondisi aktual tanah. Selain berpotensi menekan biaya produksi, penggunaan pupuk yang lebih terukur juga diharapkan mampu mengurangi residu pupuk kimia yang selama ini menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas tanah pertanian.

 

Tim pengabdian Masyarakat Telkom University dan petani

 

Pada kesempatan itu, tim pengabdian juga menyerahkan satu perangkat alat ukur kadar hara tanah kepada masyarakat sebagai fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. Selain itu, petani memperoleh akses terhadap aplikasi rekomendasi pemupukan berbasis web yang dapat digunakan melalui telepon pintar sehingga informasi mengenai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan dapat diakses secara lebih mudah.

Tidak hanya berupa sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi penggunaan alat ukur, pelatihan interpretasi hasil pengukuran, serta diskusi mengenai pentingnya pengelolaan kesuburan tanah sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi teknologi petani sekaligus mendorong pengambilan keputusan budidaya yang lebih berbasis data.

Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Dudi Darmawan dengan anggota tim Dr. Casmika Saputra dan Drs. Suprayogi, M.T., serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Smart Science and Technology, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University. Kehadiran sivitas akademika tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

 

Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias. Selama ini sebagian besar petani kecil masih mengalami keterbatasan akses terhadap teknologi pengukuran unsur hara tanah sehingga pemupukan sering dilakukan secara seragam tanpa mengetahui kondisi masing-masing lahan. Teknologi yang diperkenalkan Telkom University diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan kelompok tani, Telkom University berharap inovasi teknologi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian ekosistem Pangalengan. Dengan demikian, kawasan pertanian kentang tetap produktif, lingkungan tetap terjaga, dan fungsi kawasan pegunungan sebagai daerah resapan air serta destinasi wisata alam dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *