/History

History

Program Studi S1 Teknik Fisika didirikan di awal tahun 2009 berdasarkan Keputusan Direktorat Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 90/D/T/2009 tanggal 21 Januari 2009. Program studi ini lahir untuk memenuhi tuntutan industri yang membutuhkan ahli-ahli di bidang Teknik Fisika, yang selama ini baru dipenuhi oleh tiga perguruan tinggi negeri dan satu perguruan tinggi swasta yang membuka program studi Teknik Fisika, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Nasional.

Teknik Fisika merupakan bidang yang sangat luas. Bidang ini beririsan dengan bidang-bidang seperti Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Manufaktur Industri. Salah satu keunggulan dari Program studi Teknik Fisika adalah fleksibilitas lulusan dalam bekerja dan kurikulum fokus pada sains terapan yang menopang bidang-bidang teknik di atas. Dengan dimikian diharapkan mampu mengembangkan bidang-bidang tersebut ke arah yang lebih baik dan lebih dibutuhkan.

Penekanan Program Studi Teknik Fisika Universitas Telkom adalah dalam Rekayasa Instrumentasi dan kontrol, Rekayasa Energi, Rekayasa Fisika Bangunan, dan Rekayasa Material.  Namun penekanan di atas juga tidak terlepas dari fokus Universitas Telkom di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penekanan tersebut didasari oleh fakta bahwa lapangan pekerjaan di sektor industri yang merupakan salah satu faktor penting untuk menopang perekonomian di Indonesia sangatlah banyak. Dalam perspektif perekonomian ke depan, struktur industri manufaktur dan jasa dipastikan akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Sektor industri menjadi kuat jika didukung oleh sumber daya manusia sebagai inovator yang memiliki skill dan kemampuan menyerap pengetahuan di bidang sains dan rekayasa, dan mengaplikasikannya dalam industri.

Salah satu aspek yang terpenting dalam menjamin output suatu sistem pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum yang tepat akan menghasilkan lulusan yang tepat, sesuai kompetensi yang diharapkan. Teknologi yang berkembang sangat cepat, sehingga perlu dibuat kurikulum yang dapat mengadaptasi perubahan teknologi, tetapi tetap harus mengacu pada aturan yang berlaku.